√ Prosedur & Biaya Cek Darah di Puskesmas 2023

Biaya Cek Darah di Puskesmas – Memperoleh perawatan kesehatan yang berkualitas tidak selalu berarti kalian harus mengeluarkan biaya yang mahal.

Pada waktu sekarang ini, banyak puskesmas yang menawarkan layanan cek darah dengan harga yang terjangkau.

Pemeriksaan darah menjadi salah satu jenis pemeriksaan yang paling umum dilakukan di puskesmas, baik untuk tujuan medis maupun pencegahan.

Tetapi, sebelum mengerjakan cek darah di puskesmas, penting bagi kalian untuk mengetahui prosedur dan biayanya.

Dalam artikel kali ini, kami akan membahas secara rinci terkait prosedur serta biaya cek darah di puskesmas pada tahun ini.

Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Pentingnya Cek Darah

Sumber gambar: KlikDokter

Seberapa penting cek darah dikerjakan?

Biasanya, cek atau tes darah ini akan dikerjakan di dalam laboratorium yang mencangkup:

  • pemeriksaan hemoglobin
  • trombosit
  • sel darah merah
  • sel darah putih
  • serta tes darah lain sesuai dengan kebutuhan.

Tak hanya digunakan untuk mengetahui keadaan tubuh secara menyeluruh, namun cek darah juga penting dikerjakan guna membantu menemukan adanya zat asing, obat, hingga racun di dalam tubuh.

Serta dapat digunakan guna mengetahui fungsi organ pada tubuh dan untuk mendeteksi apabila terdapat sebuah penyakit tertentu pada tubuh.

Pemeriksaan darah pada umumnya akan dikerjakan guna mengetahui golongan darah seseorang, bahkan pada golongan darah paling yang langka sekalipun.

Dan untuk hal itu biasanya berkaitan dengan donor maupun transfusi darah.

Banyak hal yang dapat kalian ketahui lewat cek darah sebab peranan darah sebagai pembawa oksigen serta nutrisi untuk seluruh sel serta jaringan tubuh lewat pembuluh darah.

Darah pun memiliki fungsi untuk menjadi pembawa zat racun serta zat sisa yang tidak digunakan lagi oleh tubuh yang kemudian dibawa menuju saluran pembuangan.

Lantas, kapan waktu yang pas buat cek darah?

Nah, untuk melakukan cek darah, kalian tidak harus menunggu tubuh terinfeksi oleh penyakit dulu.

Pemeriksaan darah sangat dianjurkan untuk dikerjakan saat ingin mengetahui kondisi kesehatan tubuh kalian.

Hanya saja, biasanya orang akan memeriksakan darah pada waktu dirinya merasa tidaksehat bahkan telah terinfeksi suatupenyaki.

Keadaan yang membuat kalian wajib untuk cek darah ialah pada waktu kalian sudah mengalami demam tinggi selama tiga hari berturut-turut, diare serta muntah.

Termasuk apabila kalian mempunyai riwayat penyakit jantung, kanker, diabetes mellitus, maupun penyakit yang berkaitan bersama darah.

Jika kondisi telah demikian, maka pemeriksaan darah harus segera dikerjakan dengan rutin.

Ibu hamil pun harus mengecek darah secara rutin.

Hal tersebut bertujuan utnuk memantay kondisi kesehatan si ibu dan juga janin.

Serta untuk mendeteksi dini apakah terdapat penyakit yang dapat membahayakan kehamilan.

Jenis Cek Darah

Sumber gambar: Halodoc

Sampel darah yang telah diambil lalu akan dimasukkan ke dalam botol kecil khusus yang kemudian akan dibawa menuju laboratorium.

Nah, sampel darah tersebut nantinya akan diperiksa menggunakan mikroskop maupun diuji dengan menggunakan bahan kimia.

Hal tersebut tergantung dengan jenis serta tujuan tes darah dilakukan.

Sebelum kalian mengerjakan cek darah, tidak ada salahnya apabila kalian mengetahui beberapa jenis tes darah dan fungsinya.

Sehingga, kalian dapat mengetahui jenis serta tujuan tes darah yang kalian lakukan.

1. Uji Protein C – Reaktif

Pemeriksaan darah satu ini memiliki tujuan guna mengetahui apakah di dalam tubuh kalian terdapat peradagang atau tidak.

Apabila nantinya protein C-reaktif, protein yang diproduksi pada hati lebih tinggi maka itu berarti terdapat peradangan di dalam tubuh.

2. Tes Darah Lengkap

Cek darah lengkap biasanya digunakan untuk mendeteksi masalah kesehatan penting yang bisa saja terjadi pada tubuh.

Pemeriksaan satu ini akan melihat jumlah sel darah putih, tingkat hemoglobin, hematocrit serta jumlah trombosit.

3. Tes Elektrolit

Uji elektrolit bertujuan guna menilai kadar elektrolit pada tubuh selepas memperoleh terapi yang mengatasi gangguan elektrolit.

Elektrolit sendiri merupakan salah satu jenis mineral tubuh yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan kandungan air sehat pada tubuh.

Perubahan level mineral yang ada bisa disebabkan karena adanya dehidrasi, penyakit diabetes, penyakit hati, gagal ginjal, gangguan jantung, atau karena tengah menjalani pengobatan.

4. Laju Endap Darah

Apabila uji protein C-reaktif digunakan untuk mengetahui peradangan, sementara tingkat sedimentasi eritrosit atau laju endap darah digunakan untuk mengetahui seberapa parah peradangan yang berlangsung di dalam tubuh.

Infeksi, tumor, hingga penyakit autoimun menjadi penyebab peradangan tersebut terjadi.

Cek darah jenis satu ini memiliki tujuan untuk mendiagnosis keadaan tertentu, seperti:

  • endocarditis (infeksi di dalam lapisan bagian dalam jantung).
  • radang sendi
  • polymyalgia rhemautica
  • radang pembuluh darah
  • serta penyakit Crohn.

5. Tes Fungsi Tiroid

Biasanya pada tes satu ini dikerjakan guna memastikan adanya tiroid yang kurang aktif bahkan yang terlalu aktif.

Uji sampel darah satu ini biasanya berkerja dengan cara melihat triidotironin (T3), tingkatan hormone tiroid, tiroksin (T4), serta thyroid stimulating hormone (TSH).

6. Tes Koagulasi

Pemeriksaan satu ini dikerjakan dengan cara melihat maupun mengukur kecepatan darah yang menggumpal.

Tes satu ini dikerjakan guna melihat masalah pembekuan darah yang pada umumnya dialami oleh penderita von Willebrand serta hemophilia.

7. Analisis Gas Darah

Pemeriksaan analisis gas darah digunakan guna mengevaluasi tingkat keasaman (pH) darah serta kadar gas pada darah seperti oksigen serta karbondioksida.

Selain itu, tes ini juga digunakan guna melihat gangguan fungsi paru, keseimbangan asam basa tubuh, serta gangguan ginjal.

8. Tes ELISA

Tes Enzyme-linked immunosorbent assay atau ELISA dikerjakan guna melihat adanya antibody di dalam tubuh.

Uji darah satu ini memiliki manfaat guna memastikan tingkat keparahan infeksi maupun adanya allergen yang tidak umum.

Pemeriksaan satu ini biasanya dilakukan jika kalian menderita infeksi bakteri maupun virus atau alergi yang membuat sistem kekebalan tubuh kalian membuat antibodi spesifik dalam menanggapi alergi maupun infeksi tersebut.

9. Tes darah untuk Menilai Risiko Penyakit Jantung

Cek darah jenis satu ini digunakan guna mengetahui risiko penyakit jantung koroner dengan cara memeriksa kolesterol buruk (LDL), kolesterol baik (HDL), serta lemak di dalam darah.

Biasanya, para pemeriksaan jenis ini nantinya si pasien akan diwajibkan untuk berpuasa selama 9–12 jam sebelum tes dikerjakan.

Prosedur Cek Darah di Puskesmas

Sumber gambar: KlikDokter

Prosedur cek darah yang ada di puskesmas bisa dikerjakan lewat pengambilan sampel darah dari jari atau pembuluh darah pasien.

Tetapi, sebelum kalian mengerjakan cek darah di puskesmas, pastikan jika keadaan tubuh kalian tidak sedang dalam kelelahan dan juga mengantuk.

Hal tersebut bertuuan agar hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut menjadi lebih akurat.

Berikut ini merupakan prosedur cek darah yang ada di puskesmas, antara lain:

  • Langkah pertama, petugas nantinya akan membalut lengan pasien dengan memakai pengikat lengan elastis.
  • Lalu petugas akan mencari titik atau letak pembuluh darah pasien.
  • Selepas pembuluh darah ditemukan, petugas akan membersihkan area itu dengan memakai alkohol.
  • Tahap berikutnya, petugas akan mulai menyuntikkan jarum ke lengan pasien guna mengambil sampel darah.
  • Apabila darah yang ada di dalam tabung dirasa telah cukup, maka petugas akan mencabut jarum suntik itu.
  • Terakhir, petugas akan menutup luka dengan memakai plester atau perban.

Selepas proses pengambilan darah pasien selesai dilakukan, maka nantinya petugas akan membawa sampel darah itu menuju laboratorium untuk dikerjakan penelitian.

Pada umumnya, pasien akan diminta menunggu hingga hasilnya dari laboratorium keluar.

Efek Samping Cek Darah

Sumber gambar: KlikDokter

Walaupun cek darah di puskesmas adalah prosedur yang aman dilakukan, tetapi tetap saja bahwa ada beberapa efek sampingnya kepada beberapa pasien.

Walaupun untuk efek samping atau risiko cek darah itu tak terlalu fatal, tetapi tetap saja kalian perlu mempunyai persiapan.

Supaya lebih jelas, berikut ini adalah beberapa efek samping dan juga risiko ketika mengerjakan cek darah, antara lain:

  • Adanya rasa tidak nyaman pada waktu jarum suntik dimasukkan dan juga dicabut.
  • Munculnya rasa nyeri di area tusukan jarum.
  • Mengalami pembengkakan dan juga memar di sekitar bekas tusukan jarum.
  • Pembuluh darah vena bocor pada saat jarum disuntikan.
  • Terjadi infeksi di area bekas suntikan.
  • Pasien dapat hilang kesadaran atau pingsan.

Biaya Cek Darah di Puskesmas

Sumber gambar: bodrexin

Biasanya, untuk kisaran biaya atau tarif pelayanan tes darah di puskesmas itu tergantung dengan jenis pemeriksaan dan juga pemakaian alat medisnya.

Yang mana, jika seorang pasien yang ingin mengerjakan cek darah di puskesmas perlu mempersiapkan anggaran dana mulai dari Rp20.000 hingga Rp100.000

Supaya lebih jelas, berikut ini adalah rincian biaya cek darah di puskesmas, baik itu hematologi dan imunologi, antara lain:

KeteranganBiaya
Hematologi
HemoglobinRp5.000 – Rp10.000
EritrositRp5.000 – Rp10.000
LeukositRp5.000 – Rp10.000
TrombositRp5.000 – Rp10.000
HematokritRp5.000 – Rp10.000
LEDRp5.000 – Rp10.000
Imunologi
Widal Tes LengkapRp5.000 – Rp10.000

Tak hanya harus membayar biaya tes darah di atas, namun nantinya kalian pun harus menyiapkan dana untuk membayar biaya administrasi pendaftarannya.

Biasanya, kisaran biaya administrasi pendaftaran pasien puskesmas di Indonesia berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000

Dan untuk kalian yang merupakan peserta BPJS, maka kalian tidak usah khawatir akan biaya tersebut, sebab biaya cek darah sudah ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan

Baca juga: Penyebab & Biaya Tes Buta Warna di Puskesmas.

Kesimpulan

Demikianlah informasi lengkap terkait prosedur serta biaya cek darah di puskesmas pada tahun ini.

Dari informasi yang sudah Biayaharga.com sajikan di atas, kalian bisa mengetahui jenis-jenis tes darah yang tersedia di puskesmas, prosedur serta persiapan yang harus dilakukan sebelum melakukan tes, beserta estimasi biaya yang akan dikeluarkan.

Dengan kalian mengetahui hal ini, maka diharapkan kalian bisa lebih siap serta mudah dalam mengerjakan cek darah di puskesmas.

Jangan lupa juga untuk selalu memperhatikan kesehatan kalian, mengerjakan pemeriksaan secara rutin, serta berkonsultasi bersama dokter apabila merasakan keluhan.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kalian dan keluarga.

Terima kasih sudah membaca artikel ini!

Photo of author

Abbas

Saya, Abbas, gemar mengamati harga barang dan suka menghemat uang sejak kecil. Kini, sebagai penulis blog, saya berbagi tips tentang harga dan biaya.